Article Detail


Live In 2026

Hidup dalam Kesederhanaan, Persaudaraan dan Kasih

Live In SMA Tarakanita di Cisantana Kuningan

 

Langkah-langkah ringan penuh gembira mengiringi peserta didik kelas XI SMA Tarakanita 1, berjalan dari loby sekolah menuju pelataran tempat bus berada. Hari Selasa, 20 Januari 2026 pembelajaran tidak dilaksanakan di dalam kelas, melainkan belajar langsung dari kehidupan masyarakat di daerah Cisantana, Kuningan melalui kehidupan live in di daerah tersebut. Pelaksanaan live in tersebut berlangsung hingga Jumat, 23 Januari 2026.

      

Mengusung tema “Hidup dalam Kesederhanaan, Persaudaraan dan Kasih” diharapkan mereka dapat mengamati kehidupan masyarakat yang berbeda dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Diharapkan pula mereka dapat hidup bersama dan meneladani kehidupan masyarakat yang sederhana, hidup mengandalkan alam dan berdinamika bersama keluarga yang ditempati. Dan akhirnya, akan menumbuhkan sikap bersaudara dalam komunitas keluarga. Begitulah sambutan dari Ibu Kristina Winarti, MPd selaku Kepala SMA Tarakanita 1. Ibu Wien mengharapkan agar anak-anak mengikuti proses live in dengan baik, “Selamat berproses, selamat berdinamika dan menghidupi Cc5+ di tengah warga masyarakat di daerah Cisantana,Kuningan”, demikian pungkasnya.


Perjalanan pun dilakukan dengan riang gembira, diiringi nyanyian karaoke dari dalam bus dan sorak tawa berderai yang tak ada habisnya. Mereka mengatakan bahwa mereka jarang melakukan bepergian dengan transportasi bus. “Saya kalau pergi bersama orang tua dan kakak adik, yang sering menggunakan mobil. Kalau jarak jauh, pastinya menggunakan kereta atau pesawat. Tapi, saya tidak pernah segembira ini, bisa bernyanyi-nyanyi di dalam bus”, demikian ungkap Shira kelas XI F2.

Hal tersebut sejalan dengan nasihat yang diberikan oleh Ibu Arini, salah satu wakil dari orang tua dari Fransiska Cinta kelas XI F1, sekaligus FKKSKM  SMA Tarakanita 1. Ibu Arini mengungkapkan bahwa tiga hal yang harus dilakukan saat live in adalah suka cita, bersyukur dan berefleksi.. “Ikutilah live in ini dengan penuh suka cita. Jangan memikirkan deritanya atau malasnya. Ungkapkan syukur akan kehidupan yang sudah dijalani. Jangan lupa melakukan refleksi selama beraktivitas dalam kehidupan live in.” Setelah memberikan nasihatnya, Ibu Arini mengajak anak-anak untuk bernyanyi bersama.

 

Stay di rumah warga

            Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam, sampailah mereka di Gereja Maria Putri Murni Sejati, Cisantana Kuningan. Bangunan gereja yang sederhana, namun masyarakatnya penuh kehangatan menyambut kehiadiran peserta didik kelas XI. Para orang tua yang kebanyakan diwakili oleh ibu-ibu telah siap menerima kedatangan putri-putri SMA Tarakanita 1. Turut hadir pula Bapak Tono selaku koordinator live in daerah Cisantana dan beberapa OMK yang siap menerima kehadiran mereka untuk beraktivitas.

            Romo Andreas Dedi, OSC selaku pastor paroki Cisantana tersebut memberikan bekal agar anak-anak mau terlibat dalam keluarga yang ditempati. Anak-anak diharapkan agar ikut berdinamika bersama keluarga dan mengikuti kegiatan orang tua di lingkungan keluarga. “Ketika masuk ke dalam rumah ataupun bertemu dengan saudara-saudara ucapkan kata ‘Punten’”. Demikian ungkapan Romo Dedi menutup acara serah terima peserta live in tersebut.

   

Setelah anak-anak diperkenalkan dengan orang tua asuhnya, dan  masing-masing keluarga asuh berfoto bersama, akhirnya bersama-sama mereka menuju rumah keluarga yang ditempati. Rumah mereka ada yang di sekitar gereja sehingga cukup berjalan kaki ataupun yang agak jauh ditempuh dengan kendaraan sendiri, bahkan dengan angkot.

Peserta didik yang mengikuti kegiatan live in berjumlah 78 dan didampingi 8 guru pendamping. Mereka menempati empat wilayah di paroki Cisantana yang tersebar dalam 13 lingkungan. Kondisi jalanan yang curam, licin, menanjak dan berkelok-kelok serta udara yang dingin berkabut turut mewarnai kehidupan di daerah tersebut yang kebanyakan pertanian dan peternakan.

Selama empat hari tiga malam anak-anak mengikuti kegiatan bersama keluarga. Kegiatan yang sering dilakukan adalah kehidupan pertanian dengan bercocok tanam di sawah. Ada pula keluarga yang memiliki perikanan sehingga anak-anak ikut memberi makan ikan dan turut menjaga kebersihan kolam. Keluarga yang memiliki peternakan juga melibatkan anak-anak, misalnya memberi makan ternak dan memeras susu sapi. Ada pula keluarga yang memiliki usaha perdagangan sehingga anak-anak ikut terlibat ke pasar untuk berdagang dan membeli modal dagangan. Keluarga yang memiliki usaha rumahan misalnya salon kecantikan juga melibatkan anak-anak untuk ikut bekerja membantunya.

Kegiatan kerohanian dan kebudayaan juga terdapat dalam lingkungan yang ditempati. Hampir setiap malam diadakan doa lingkungan. Anak-anak ikut terlibat dalam doa lingkungan. Ada juga kegiatan kebudayaan yang dilakukan anak-anak, misalnya latihan gamelan yang dilakukan setelah doa lingkungan.

Naomi Grace seorang siswi kelas XI F1 mengatakan bahwa pada mulanya ada keragu-raguan ketika akan melaksanakan live in, tetapi karena penerimaan masyarakat sangat baik saat pembukaan, ia jadi merasa mantap melaksanakan live in. “Mulanya  saya agak canggung ketika berada di daerah Cisantana ini, tetapi karena masyarakatnya tersenyum menyambut kami, jadinya mantaplah menuju keluarga,” demikian ungkapnya.

 

Acara Kebersamaan

            Masih dalam rangkaian kegiatan stay di rumah warga, anak-anak juga melaksanakan kegiatan kebersamaan yang berlangsung pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama warga yaitu berupa serangkaian perlombaan untuk anak-anak TK dan SD dan malam perpisahan.

            Kamis siang pukul 13.00 anak-anak TK dan SD sudah berkumpul di depan gereja dengan diantar oleh orang tuanya masing-masing. Mereka terlihat sangat ceria dan antuisias untuk mengikuti perlombaan. Anak-anak SMA Tarakanita bekerja sama dengan OMK setempat ramah menyambut kehadiran mereka.

Mereka dibagi dalam dua bagian yaitu peserta TK dan peserta SD.  Peserta TK dibagi dalam dua bagian lomba yaitu colouring matching dan tebak suara hewan. Sedangkan, peserta untuk tingkat SD dibagi dalam lima perlombaan yaitu estafet hanger, estafet kardus, games konsentrasi, menyusun kata, dan menyusun menara. Serunya dalam kegiatan lomba tersebut selalu diselingi dengan gelak tawa dari peserta lomba maupun penontonnya. Dan di bagian akhir ada permainan bentengan yang dilakukan bersama sambil menunggu pembagian hadiah. Acara tersebut ditutup dengan pot luck yang dibawa dari peserta live in.

            Malamnya pada pukul 19.00 di tempat yang sama diadakan malam perpisahan. Acara ini juga bekerja sama dengan OMK. Acara yang dimulai dengan games “Raja berkata” ini menimbulkan gelak tawa di antara warga yang hadir. Peserta live in juga menampilkan ekspresi dari masing-masing wilayah yang ditempati dengan bagusnya. Momen ini juga menghadirkan sharring dari peserta live in bersama orang tua yang ditempati. Acara yang dikemas sangat apik ini membuat momen terasa haru karena anak-anak berpamitan dengan keluarga dengan menyerahkan surat pada bapak ibu yang ditempati.

            Caya seorang siswi kelas XI F2 mengungkapkan bahwa ia sangat senang berada di daerah Cisantana. “Masyarakatnya ramah-ramah, dan saya bisa menyatu dengan keluarga,” demikian ungkapnya.

 

Mengalami perutusan

“Berani mengampuni, berdamai dan mendoakan,” demikian ungkapan Romo Andreas Dedi OSC saat homili pada misa penutupan live in pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Romo Dedi mengungkapkan bahwa pada orang yang telah menyakiti, sebaiknya jangan menaruh dendam. Sikap mengampuni adalah sikap terbaik. Mengampuni yang dimaksud adalah seperti yang terdapat dalam kitab suci, yaitu sampai tujuh puluh kali tujuh banyaknya. Selain itu, Romo Dedi mengungkapkan bahwa jika tidak mengampuni akan menyiksa diri sendiri. Dengan kata lain, berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan orang lain adalah solusinya. Sikap lain yang perlu ditunjukkan adalah mendoakan agar orang lain juga mendapatkan rahmat Tuhan. “Jangan menyimpan dendam, doakan orang yang telah menyakiti agar mereka mendapatkan rahmat Tuhan,” demikian ungkapan Romo Dedi menutup kegiatan live in SMA Tarakanita 1.

 

Semoga dengan kegiatan live in ini siswi-siswi SMA Tarakanita 1 dapat semakin mengamalkan nilai-nilai karakter Tarakanita Cc5+ dalam kehidupan realita saat ini.

Viva Tarakanita…      

     

Penulis : Christina Melkior Triharsanti, S.Pd.


 

 

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment